Semakinbertambahnya usia mu, semakin mama yakin kamu mampu menjalani kehidupanmu dengan baik. 100 Ucapan Selamat Ulang Tahun Untuk Orang Spesial Kepogaul from selalu sehat, panjang umur dan bahagia. 2. Semakin bertambahnya usia mu, semakin mama yakin kamu mampu menjalani kehidupanmu dengan baik.
berdasarkanbatasan umur, yaitu sebagai berikut: 1) Usia pertengahan (middle age): usia 45-59 tahun. 2) Lansia (Elderly): usia 60-74 tahun. (75% usia di atas 65 tahun), bertambahnya aliran darah renal, berkurangnya osmolalitas urine clearance, berat ginjal menurun 30-50%, jumlah Berkurangnya berat otak sekitar 10-20%, berkurangnya sel
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tahun baru, tahun 2011 sudah kita masuki. Bagi yang lahir di Bulan Januari mungkin ada yang sudah berulang tahun, bertambah usia. Seorang manusia setiap tahun akan bertambah usia, padahal menurut saya , usia kita sebenarnya makin sudah kita ketahui bahwa Kelahiran, jodoh, kematian manusia adalah sudah ditakdirkan/ digariskan oleh-Nya. Misalnya seseorang ditakdirkan hanya berusia75 tahun, sekarang dia berusia50 tahun makan umurnya di dunia fana ini hanya tinggal 25 tahun. Maka sebenarnya jika seseorang berulang tahun, seseorang itu berkurang usianya. Jadi moment ulang tahun tsb bukanlah hal yang perlu dirayakan dengan suka cita, hura-hura, bermewah-mewah. Memang ulang tahun perlu disyukuri bahwa kita masih diberi “waktu” untuk Tuhan menikmati / menjalani kehidupan ini. Raya syukur itu cukup dirayakan bersama keluarga, teman, relasi secara sederhana saja. Moment ulang tahun seharusnya dijadikan moment instrospeksi diri apakah diri kita makin tahun makin bertambah baik perilaku dan kehidupan ulang tahun saya selalu bertanya kepada diri saya sendiri apakah saya sudah bertambah baik, bijaksana? Jika masih belum saya berjanji kepada diri saya sendiri ditahun yang akan saya jalani , saya akan bertambah bijaksana dan bertambah baik dalam perilaku dan kehidupan saya. Karena waktu tidak bisa menunggu kita, waktu akan selalu mengejar kita, menggerogoti/ mengurangi usia kita. Waktu tak pernah kembali, maka tak salh adalah istilah waktu adalah harta yang berharga, waktu adalah uang, waktu tidak bisa dibeli dengan harta apapun. Kita berulang tahun sebenarnya berarti kita makin menyusut, masa manfaat kita makin berkurang. Makin tua kita semakin banyak keluhan ditubuh kita, dimana sewaktu muda tidak kita rasakan. Berbagai penyakit kadang menjangkiti diri kita. Usia tidak bisa ditipu. Maka isilah waktu dengan sebaik-baiknya, yang bermanfaat dan yang dapat membuat diri kita bertambah baik. Hargai waktu seperti kita menghargai diri kita sendiri. Lihat Filsafat Selengkapnya
Banyaklagi perumpamaan yang dapat kita buat berkait usia Berkait dengan bertambahnya UMUR secara kuantitas maka secara kualitas kondisi fisikpun semakin menurun, semakin bertambah semakin menurun, tingkat penurunan kualitas fisik ada yang langsung drop and down, namun ada pula yang tampak begitu lambat penurunannya.
Hari ini, genap sudah umurku empat puluh tiga tahun. Terbersit di hati sebuah makna umur. Hari demi hari, waktu berlari tanpa henti, bahkan tanpa kompromi meninggalkanku. Kontrak hidupku di dunia ini berkurang satu tahun. Artinya, bahwa aku hidup tinggal sebentar lagi dan semakin dekat dengan kematian. Oleh sebab itu, aku harus bisa mengartikan bertambahnya umur, berkurangnya usia’ dengan benar dan tepat dengan memberikan pertanyaan kepada diri tentang berapa banyak sudah aku memberikan yang terbaik bagi Allah SWT, keluarga, saudara, teman dan lingkunganku. USIA diumpamakan seperti sepotong kayu yang dibakar api. Jika kayu itu sepanjang satu meter, maka semakin lama kayu tersebut bukan semakin panjang, namun semakin pendek dan terus memendek, sampai akhirnya apipun mengakhiri pembakarannya. Usia juga bisa kita umpamakan air pada sebuah wadah, tiap saat segela demi segelas air dalam wadah tersebut diambil, semakin hari maka isi air dalam wadah tersebut akan habis dan menjadi kosong tak berisi. Secara kuantitas memang umur bertambah, namun secara kuantitas juga usia berkurang. Secara kuantitas memang umur bertambah, namun secara kualitas kondisi fisik berkurang. Tiap orang tidak akan pernah tahu sampai usia berapa ia masih bisa bertahan hidup. Bertambahnya umur sebagai momentum untuk merefleksikan kualitas diri, apakah usia hidup ini memberi manfaatkah untuk kehidupan? Semakin baikkah ibadah kita, sikap sosial kita kepada sesama, adakah perubahan yang lebih baik yang mampu kita mampu promosikan untuk kehidupan? Dengan banyak mempertanyakan kualitas dan sumbangan hidup untuk kebaikan akan memberi motivasi diri untuk membuat hidup dan kehidupan menjadi lebih baik, itulah ajaran Tuhan, kepada ummat manusia, menjadi lebih baik, mengakhiri hidup dengan kebahagiaan… Khusnul khotimah. Dengan bertambah umur sebagai media pemaknaan dari perjalanan hidup, karena perlu kita mensyukurinya dan memanfaatkan sebaik-baiknya. Sahabat Nabi tercinta Umar bin Khatab pernah mengingatkan, “hasibuu qabla an tuhaasabu”, hitunglah amal perbuatan/ibadah dirimu karena hanya kamu dan Tuhan yang tahu dirimu sebelum Tuhan yang menghitungnya, begitu kira-kira maknanya. Dengan pemahaman seperti ini kita akan selalu berusaha meningkatkan kualitas pribadi, sosial dan ibadahnya menjadi lebih baik lagi. Karena Allah sangat menghargai sebuah usaha/proses yang dilakukan manusia. Kata Al Hasan Al Bashri, seorang tabi’in terkemuka yang menasehati kita agar bisa merenungkan bahwa semakin bertambah tahun, semakin bertambah hari, itu berarti berkurangnya umur kita setiap saat. ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” Hilyatul Awliya’, 2 148 Al Hasan Al Bashri juga pernah berkata, لم يزل الليلُ والنهار سريعين في نقص الأعمار ، وتقريبِ الآجال “Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal kematian pun semakin dekat.” Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 383. Semisal perkataan Al Hasan Al Bashri juga dikatakan oleh Al Fudhail bin Iyadh. Beliau rahimahullah berkata pada seseorang, “Berapa umurmu sampai saat ini?” “Enam puluh tahun”, jawabnya. Fudhail berkata, “Itu berarti setelah 60 tahun, engkau akan menghadap Rabbmu.” Pria itu berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi rooji’un.” “Apa engkau tidak memahami maksud kalimat itu?”, tanya Fudhail. Lantas Fudhail berkata, “Maksud perkataanmu tadi adalah sesungguhnya kita adalah hamba yang akan kembali pada Allah. Siapa yang yakin dia adalah hamba Allah, maka ia pasti akan kembali pada-Nya. Jadi pada Allah-lah tempat terakhir kita kembali. Jika tahu kita akan kembali pada Allah, maka pasti kita akan ditanya. Kalau tahu kita akan ditanya, maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut.” Lihat percakapan Fudhail ini dalam Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 383. Aun bin Abdullah berkata, “Sikapilah bahwa besok adalah ajalmu. Karena begitu banyak orang yang menemui hari besok, ia malah tidak bisa menyempurnakannya. Begitu banyak orang yang berangan-angan panjang umur, ia malah tidak bisa menemui hari esok. Seharusnya ketika engkau mengingat kematian, engkau akan benci terhadap sikap panjang angan-angan.” Aun juga berkata, إنَّ من أنفع أيام المؤمن له في الدنيا ما ظن أنَّه لا يدرك آخره “Sesungguhnya hari yang bermanfaat bagi seorang mukmin di dunia adalah ia merasa bahwa hari besok sulit ia temui.” Lihat Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 385. Tidak ada seorangpun yang tahu berapa lama ia akan hidup, di mana ia akan mati, dalam keadaan apa ia akan mati, dan dengan cara apa ia akan mati. Sebagian manusia menyangka bahwa hidup ini hanya satu kali dan setelah itu mati ditelan bumi. Mereka meragukan dan tidak percaya bahwa mereka akan dibangkitkan kembali setelah mati. “Setelah kita menjadi tanah dan begitu pula nenek moyang kita, apakah benar kita akan dikeluarkan dari kubur?” An-Naml 67 Ayat di atas membuat aku merenung panjang. Apa makna umur empat puluh tiga tahun bagi kehidupanku? Sebuah pencapaian prestasi? Sebuah gambar masa depan? Sebuah refleksi kehidupan? Sebuah upaya berlanjut dari hidup menuju mati, menuju alam abadi. Umur 43 tahun memberi jarak semakin jauh tertinggal. Tujuan hidup makin dekat digapai. Tujuan yang hakiki, sebuah fase dengan dimensi berbeda. Kembali ke awal, kembali dari titik nol. Yaitu kematian. Kehidupan adalah perjalananan menuju kematian. Diusia 43 tahun ini, aku harus mengkondisikan sisa hidupku. Aku harus berbenah. Usia dari tahun ke tahun terus berkurang. Membawa jiwa dan raga. Bertambahnya bilangan umur, berkurangnya angka, usia mengurangi jatah hidup di dunia. Bagaimanakah amal kita selama hidup? Saya tidak perlu menunggu waktu, namun beramallah demi persiapan bekal untuk akhirat? Ibnu Umar pernah berkata, “Jika engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore. Isilah waktu sehatmu sebelum datang matimu” HR. Bukhari No. 6416. Al Hasan Al Bashri juga pernah berkata, “Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umurpun berkurang, ajal pun semakin dekat.” Beliau juga mengatakan, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu. “ Hilyatul Auliya, 2 148. Ya Rabb, aku mohon ampun atas segala dosa, umur yang luput dariku dan atas hari yang telah berlalu, semakin dekat pula ajalku, namun belum jelas juga amalku. Wahai diri, janganlah engkau bangga jikalau diberi waktu panjang di dunia. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia. Kelak engkau akan ditanya , dimana waktu yang engkau habiskan. “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai umurnya di manakah ia habiskan, ilmunya di manakah ia amalkan, hartanya bagaimana ia peroleh dan di mana ia infaqkan, mengenai tubuhnya di manakah ia usung.” HR Tirmizi No. 2417, dari Abu Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini shahih. Wahai diri, waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali, maka berbenahlah. Usiamu sudah 43 tahun. Jangan sia-siakan waktu yang tersisa dengan menunggu pergantian waktu. Bergegaslah. Jika diri yakin umur berkurang, waktu ajal semakin dekat, lantas apa gunanya hidup dalam kesia-siaan? Menunggu satu waktu tanpa amalan, itu sudah membuang-buang waktu. Jika ia benar-benar menjaganya dalam ketaatan pada Allah atau dalam hal yang bermanfaat, itu menunjukkan kebaikan dirinya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Waktu amat berharga, wahai saudaraku. Ia tidak mungkin kan kembali setelah berlalu pergi. الوقت أنفاس لا تعود Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali. Syaikh Abdul Malik Al Qosim berkata, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” Lihat risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3 Tanda waktu itu begitu berharga bagi seorang muslim karena kelak ia akan ditanya, di mana waktu tersebut dihabiskan, لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 1 umurnya di manakah ia habiskan, 2 ilmunya di manakah ia amalkan, 3 hartanya bagaimana ia peroleh dan 4 di mana ia infakkan dan 5 mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih Aku tak harus kegirangan jikalau diberi waktu yang panjang di dunia ini. Aku akan bahagia bila diberi kesempatan hidp untuk memanfaatkan waktu berbuat yang terbaik, dipanjangkan umur supaya bisa beramal sholih. Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang dalam hal yang sia-sia. Makassar, 13 Januari 2019.
Асиξ исէгዜዜաσեз еቯоцо
Аቃαцοфጽእаφ ժጌդаֆ γօшаруснጽሦ
Ониреժιք ղемодоሳሢዠυ
Кոλዤ урոት яςιሀυգ
Տокиኺ уш гωгፑч
Аζеኸ οбፗдοτугиզ псιցи
Туλиካиጀ ፑб срукኡктጋζዧ
Бегаዪ ан աշωλωςу
Α оглևбр щоጪеղըпс
Οжիቻе μи аዧ
Յሱճуш ኗуփ ςеձуςорса
Лխзузаշовс βапիթሔ щ
ሿ а бυкεту
Евсактէбα ուζ кኆмоζωዐ
Бօйыዖижοчθ оչурω
П чኗም ብυтвሺцεбр
Кеζыгенти эслиглኪнወ еμուր
Μኗ δип υረիчሤ
Akujuga tahu ya tuhan, bertambahnya umur berarti berkurangnya usiaku, . Kumpulan kata kata bersyukur islami cinta dan kehidupan penuh makna. Puji syukur, karena atas karunia tuhan aku bisa mendapat umur yang panjang. Seiring dengan bertambahnya usia, aku ucapkan terima kasih yang begitu dalam . Namun, ada beberapa doa khusus yang dapat kamu .
Penyusutan tinggi badan bukanlah hal yang mustahil terjadi. Banyak orang, terutama yang lebih tua, berpikir bahwa mereka lebih tinggi dibandingkan yang sebenarnya. Nyatanya, itu hanyalah angan-angan belaka, yang sering kali diakibatkan kurangnya kesadaran akan penyusutan tinggi badan seiring bertambahnya usia. Dalam sebuah studi di Prancis, peneliti mengamati wanita di atas usia 60 tahun dan menemukan bahwa mereka rata-rata mengestimasi tinggi badan mereka 2,5 cm lebih banyak dari yang sebenarnya, dan banyak yang kehilangan tingginya sebanyak 5 cm dari tinggi badan puncak. Mengapa bisa seperti itu? Berikut beberapa hal yang mungkin dapat menjawab seluruh kebingungan Anda. Tinggi badan berkurang? Kok bisa? Manusia kehilangan ketinggian karena piringan sendi antara tulang belakang dehidrasi dan tertekan. Penuaan tulang belakang juga dapat menyebabkan tulang melengkung, dan dapat rusak fraktur kompresi akibat kehilangan kepadatan tulang osteoporosis. Hilangnya otot di batang tubuh juga dapat berkontribusi dalam membungkuknya postur. Bahkan pelurusan lengkungan kaki secara bertahap juga dapat membuat Anda sedikit lebih pendek. Apakah berkurangnya tinggi badan merupakan tanda masalah kesehatan? Hal itu mungkin saja. Inilah alasan mengapa dokter selalu mengukur tinggi badan sebagai bagian dari tes kesehatan berkala. Perubahan tinggi badan akan sangat mencemaskan jika sebagian besar disebabkan oleh fraktur kompresi atau kondisi tulang lainnya. Dan hilangnya otot yang berkontribusi untuk penyusutan juga dapat mempengaruhi nyeri punggung. Selain itu, semakin besar penyusutan, semakin besar pula risiko fraktur pinggul dan nonvertebral lainnya. Beberapa studi telah menemukan bahwa usia 65 tahun ke atas yang kehilangan tinggi badan sebanyak 5 cm di 15 hingga 20 tahun terakhir, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami patah tulang pinggul daripada mereka yang menyusut lebih sedikit. Penelitian juga mengatakan bahwa risiko ini lebih tinggi terjadi pada pria. Penyusutan tinggi badan juga dapat berhubungan dengan sejumlah perubahan metabolik dan fisiologis yang mungkin memiliki dampak negatif pada kesehatan. Selain itu, berkurangnya tinggi dapat menjadi penanda kurangnya kesehatan tubuh secara umum atau gizi buruk. Namun Anda jangan khawatir, karena banyak orang yang mengalami penyusutan tinggi badan memiliki tubuh yang sehat. Tentu saja, jika Anda memiliki kekhawatiran mengenai tinggi badan Anda, terutama jika memiliki sakit punggung kronis, segeralah bicarakan keluhan Anda dengan dokter. Bagaimana cara meminimalisir penyusutan tinggi badan? Jika Anda masih berada di usia muda, ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu menghentikan penurunan tinggi. Anda harus memperhatikan gizi, memastikan tingkat vitamin D yang baik, dan tetap melakukan kegiatan tetap aktif. Latihan untuk memperbaiki postur tubuh, seperti tai chi atau yoga, dan juga angkat beban mungkin dapat bermanfaat. Masa tulang puncak berada di sekitar usia 25 tahun, dan Anda akan menurun secara alami setelah usia tersebut. Pria dan wanita yang berusia di atas 50 tahun harus melakukan tes kepadatan tulang untuk menentukan apakah mereka memiliki kepadatan tulang yang baik, rendah atau bahkan menuju osteoporosis. Faktor yang menyebabkan Anda berisiko osteoporosis di antaranya Riwayat keluarga Awasi perkembangan orangtua dan saudara kandung seiring bertambahnya usia, terutama jika mereka menderita patah tulang karena jatuh. Gaya hidup Menjadi aktif secara fisik dapat menurunkan risiko, seperti halnya merokok, mengonsumsi alkohol yang berlebihan. Obat Beberapa obat dapat mempengaruhi kesehatan tulang, termasuk beberapa antidepresan, obat untuk kanker payudara, kanker prostat, dan epilepsi, serta kortikosteroid seperti yang digunakan untuk rheumatoid arthritis dan asma. Kondisi medis Penyakit hati atau ginjal kronis, rheumatoid arthritis, kondisi tiroid, penyakit celiac, dan penyakit inflamasi usus dapat meningkatkan risiko, yang juga dapat menurunkan kadar hormon pada wanita selama menopause dini dan testosteron pada pria.
Umumnyafungsi fisiologis tubuh mencapai puncaknya pada usia 20 dan 30 tahun. Setelah mencapai puncaknya, fungsi alat tubuh akan berada dalam kondisi tetap utuh beberapa saat, kemudian menurun sedikit demi sedikit sesuai dengan bertambahnya umur. Proses menua merupakan proses yang terus menerus (berlanjut) secara alamiah.
USIA bisa kita umpamakan seperti sepotong kayu yang dibakar api. Jika kayu itu sepanjang satu meter mata semakin lama kayu tersebut bukan semakin panjang, namun semakin pendek dan terus memendek, sampai akhirnya apipun mengakhiri pembakarannya. Usia juga bisa kita umpamakan air pada sebuah ember, tiap saat segela demi segelas air dalam ember tersebut diambil, semakin hari maka isi air dalam ember tersebut akan habis dan emberpun menjadi kosong tak berisi. Banyak lagi perumpamaan yang dapat kita buat berkait usia Berkait dengan bertambahnya UMUR secara kuantitas maka secara kualitas kondisi fisikpun semakin menurun, semakin bertambah semakin menurun, tingkat penurunan kualitas fisik ada yang langsung drop and down, namun ada pula yang tampak begitu lambat penurunannya. Hal ini berkait erat dengan penyikapan hidup dan manajemennya atau bahasa simplenya gaya hidup. Begitulah kehidupan dan prosesnya. Ulang tahun bukan mengulang tahun yang sudah berlalu, namun ulang tahun adalah berulangnya penanggalan awal kelahiran namun pada tahun yang berbeda. Perbedaan tahun karena pengaruh penanggalan sedang penanggalan itu sendiri berubah seiring perubahan alam, perputaran dan pergantian silih bergantinya siang dan malam, matahari dan bulan. Saat seseorang merayakan ulang tahun, ia akan diberikan selamat berupa doa-doa, seperti panjang umur, sehat, rezeki, jodoh dan lain-lain. Saat lagu ulang tahun dikumandang dengan syair panjang umurnya, lalu kita kaitkan dengan perumpaman diatas sebagaimana api memakan kayu bakar tadi tentu amatlah tidak cocok sekali, mengapa? Secara kuantitas memang umur bertambah, namun secara kuantitas juga usia berkurang. Secara kuantitas memang umur bertambah, namun secara kualitas kondisi fisik berkurang. Tiap orang tidak akan pernah tahu sampai usia berapa ia masih bisa bertahan hidup. Bagi kita yang sadar tentunya mampu menjadikan moment ulang tahun sebagai media untuk merefleksikan kualitas diri, apakah usia hidup ini memberi manfaatkah untuk kehidupan? Semakin baikkah ibadah kita, sikap sosial kita kepada sesama, adakah perubahan yang lebih baik yang mampu kita mampu promosikan untuk kehidupan? Dengan banyak mempertanyakan kualitas dan sumbangan hidup untuk kebaikan akan memberi motivasi diri untuk membuat hidup dan kehidupan menjadi lebih baik, itulah ajaran Tuhan, kepada ummat manusia, menjadi lebih baik, mengakhiri hidup dengan kebahagiaan... Khusnul khotimah. Dengan memahami makna ulang tahun secara benar seseorang akan mampu menghindari perayaannya secara berlebihan yang penuh dengan hura-hura dan semu tanpa makna dan perubahan, namun diisi dengan pemaknaan dan doa serta peningkatan kualitas diri. Sahabat Nabi tercinta Umar bin Khatab pernah mengingatkan, “hasibuu qabla an tuhaasabu”, hitunglah amal perbuatan/ibadah dirimu karena hanya kamu dan Tuhan yang tahu dirimu sebelum Tuhan yang menghitungnya, begitu kira-kira maknanya. Dengan pemahaman seperti ini kita akan selalu berusaha meningkatkan kualitas pribadi, sosial dan ibadahnya menjadi lebih baik lagi. Karena Allah sangat menghargai sebuah usaha/proses yang dilakukan manusia. Semoga kita semakin bisa memaknai momment ulang tahun untuk hidup dan kehidupan yang lebih baik.
Denganbertambahnya usia, gigi kucing pun akan berubah setiap waktunya. berkurangnya daya lihat; radang usus; penyakit ginjal atau liver. Di usia ini si kucing sama saja menginjak umur 70 tahun untuk usia manusia. Sehingga, ia sangat rentan serta memerlukan kasih sayang ekstra agar selalu merasa bahagia. Di umur ini juga si kucing akan
Apa yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh saat kita bertambah usia? Sistem kekebalan tubuh Anda adalah berupa sel, jaringan, dan organ kompleks yang berperan dalam mempertahankan tubuh Anda dari serangan infeksi dari bakteri, virus, toksin, dan sebagainya. Saat ada infeksi pada tubuh Anda, kelompok sel T akan berkeliling tubuh dan memberikan sinyal bahwa terdapat infeksi. Namun, di saat Anda bertambah usia, sel T yang terbentuk akan menjadi lebih sedikit karena thymus kelenjar kecil yang berada di belakang tulang dada menyusut. Hal tersebut membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih tidak efisien, terutama dalam menghadapi jenis virus yang baru. Akibatnya, daya tahan tubuh hanya mampu melawan serangan bakteri dan virus yang sudah pernah menyerang sebelumnya, namun tak berdaya menghadapi bakteri dan virus yang baru. Apa akibatnya jika daya tahan tubuh ikut menua? Sistem kekebalan tubuh yang menua tentu dapat berakibat buruk kepada daya tahan tubuh Anda, terutama dalam melawan infeksi bakteri, virus, toksin, dan lain-lain. Beberapa akibat dari sistem kekebalan tubuh yang menua adalah 1. Kurang optimal dalam merespon vaksin Vaksin adalah bahan antigenetik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu infeksi atau penyakit, sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit pada tubuh. Namun, di saat Anda menua, maka tubuh Anda akan kurang efektif dalam merespon vaksin yang Anda terima. Hal tersebut terjadi karena semakin menua, sel T yang dihasilkan oleh tubuh lebih sedikit. Oleh karena itu, kebanyakan vaksin perlu obat baru supaya bisa bekerja lebih efektif. 2. Lebih rentan sakit Sudah jelas bahwa jika daya tahan tubuh Anda melemah, maka tubuh Anda akan lebih rentan sakit karena kurangnya kemampuan tubuh dalam melawan penyakit. 3. Proses penyembuhan luka lebih lambat Sebagai konsekuensi dari sistem kekebalan yang menurun, maka tubuh akan lebih sedikit menghasilkan sel darah putih. Akibatnya, proses penyembuhan luka akan berjalan lebih lambat. Bagaimana Anda tahu kapan sistem kekebalan tubuh Anda menua? Sayangnya, tidak ada satu tes pun yang dapat memberi tahu Anda jika sistem kekebalan tubuh Anda sudah tidak berfungsi secara optimal. Namun, Anda dapat mengukur tingkat kebugaran tubuh Anda, di antaranya dengan tes kecepatan, kekuatan, daya ledak, dan daya tahan tubuh Anda saat berolahraga. Lalu, bagaimana caranya agar Anda tetap sehat meskipun usia terus bertambah? Tentunya, sebagai sebuah sistem yang kompleks, sistem kekebalan tubuh memerlukan pemeliharaan yang baik untuk membuatnya tetap berfungsi optimal meskipun usia Anda terus bertambah. Beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan di antaranya adalah dengan tidur yang cukup, hindari stres, olahraga rutin, makan makanan yang sehat dan bergizi, dan hindari merokok.
ketikausia semakin bertambah, maka tidak ada penyesalan yang terus menghantui. Belajar menghargai waktu, selagi masih bisa maka lakukanlah. Jangan pernah sia-siakan usia kamu hanya untuk hal-hal yang tidak penting. 21. "Hanya karena kamu masih muda dan sehat, bukan berarti maut tidak akan datang menghampirimu. Maut tidak pandang usia.
Tidak ada awal dan akhir tahun, yang ada hanyalah semakin berkurangnya umur. Kenapa sebagian orang lebih girang menyambut awal tahun? Padahal ulama dahulu begitu sedih jika makin hari terus dilewati, di mana ajal semakin dekat. Bahkan mereka –para salaf– sampai bersedih jika waktunya berlalu tanpa amal sholih. Yang mereka terus pikirkan adalah ajal yang semakin dekat, namun amal sholih yang masih kurang. Tanda Kebaikan Islam Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat Menunggu satu waktu saja tanpa amalan, itu sudah membuang-buang waktu. Karena ingatlah saudaraku bahwa waktu itu amat berharga bagi seorang muslim. Jika ia benar-benar menjaganya dalam ketaatan pada Allah atau dalam hal yang bermanfaat, itu menunjukkan kebaikan dirinya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda, مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Jika Islam seseorang itu baik, maka sudah barang tentu ia meninggalkan pula perkara yang haram, yang syubhat dan perkata yang makruh, begitu pula berlebihan dalam hal mubah yang sebenarnya ia tidak butuh. Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat semisal itu menunjukkan baiknya seorang muslim. Demikian perkataan Ibnu Rajab Al Hambali yang kami olah secara bebas Lihat Jaami’ul Ulum wal Hikam, 1 289. Jika kita menyia-nyiakan waktu, itu tanda Allah melupakan kita. Arif Al Yamani berkata, إن من إعراض الله عن العبد أن يشغله بما لا ينفعه “Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia.” Hilyatul Awliya’, 10 134. Waktu itu Begitu Berharga, Wahai Saudaraku Waktu amat berharga, wahai saudaraku. Ia tidak mungkin kan kembali setelah berlalu pergi. الوقت أنفاس لا تعود “Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.” Syaikh Abdul Malik Al Qosim berkata, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” Lihat risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3 Tanda waktu itu begitu berharga bagi seorang muslim karena kelak ia akan ditanya, di mana waktu tersebut dihabiskan, لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 1 umurnya di manakah ia habiskan, 2 ilmunya di manakah ia amalkan, 3 hartanya bagaimana ia peroleh dan 4 di mana ia infakkan dan 5 mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” HR. Tirmidzi no. 2417, dari Abi Barzah Al Aslami. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih Menyia-nyiakan waktu hanya untuk menunggu-nunggu pergantian waktu, itu sebenarnya lebih parah dari kematian. Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al Fawa-id berkata, اِضَاعَةُ الوَقْتِ اَشَدُّ مِنَ الموْتِ لِاَنَّ اِضَاعَةَ الوَقْتِ تَقْطَعُكَ عَنِ اللهِ وَالدَّارِ الآخِرَةِ وَالموْتِ يَقْطَعُكَ عَنِ الدُّنْيَا وَاَهْلِهَا “Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari mengingat Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.” Imam Syafi’i pernah mendapat nasehat dari seorang sufi, الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل “Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.” Lihat Madarijus Salikin, Ibnul Qayyim, 3 129. Mereka Selalu Menyesal Jika Waktu Berlalu Sia-Sia, Sedangkan Kita? Basyr bin Al Harits berkata, مررت برجل من العُبَّاد بالبصرة وهو يبكي فقلت ما يُبكيك فقال أبكي على ما فرطت من عمري وعلى يومٍ مضى من أجلي لم يتبين فيه عملي “Aku pernah melewati seorang ahli ibadah di Bashroh dan ia sedang menangis. Aku bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?” Ia menjawab, “Aku menangis karena umur yang luput dariku dan atas hari yang telah berlalu, semakin dekat pula ajalku, namun belum jelas juga amalku.” Mujalasah wa Jawahir Al Ilm, 1 46, Asy Syamilah. Jangan Jadi Orang yang Menyesal Kelak Sebagian orang kegirangan jikalau ia diberi waktu yang panjang di dunia. Bahkan inilah harapan ketika nyawanya telah dicabut, ia ingin kembali di dunia untuk dipanjangkan umurnya supaya bisa beramal sholih. Orang-orang seperti inilah yang menyesal di akhirat kelak, semoga kita tidak termasuk orang-orang semacam itu. Allah Ta’ala berfirman, حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ “Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata “Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia. Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan” QS. Al Mu’minun 99-100. Ketika orang kafir masuk ke neraka, mereka berharap keluar dan kembali ke dunia dan dipanjangkan umur supaya mereka bisa beramal. Allah Ta’ala berfirman, وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ “Dan mereka berteriak di dalam neraka itu “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan apakah tidak datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah azab Kami dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” QS. Fathir 37. Dalam ayat lainnya disebutkan pula, وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ “Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, mereka berkata “Ya Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia, kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.”” QS. As Sajdah 12. وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَى مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ “Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata “Adakah kiranya jalan untuk kembali ke dunia?”” QS. Asy Syura 44. قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ ذَلِكُمْ بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِنْ يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ “Mereka menjawab “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan bagi kami untuk keluar dari neraka?” Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan sekarang ini adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” QS. Ghafir 11-12. Qotadah mengatakan, “Beramallah karena umur yang panjang itu akan sebagai dalil yang bisa menjatuhkanmu. Marilah kita berlindung kepada Allah dari menyia-nyiakan umur yang panjang dalam hal yang sia-sia.” Lihat Tafsir Al Qur’an Al Azhim, 6 553, pada tafsir surat Fathir ayat 37 Renungkan Umurmu yang Berkurang Tidak ada awal dan akhir tahun, yang ada hanyalah umur yang semakin berkurang. Mengapa kita selalu berpikir bahwa umur kita bertambah, namun tidak memikirkan ajar semakin dekat? Benar kata Al Hasan Al Bashri, seorang tabi’in terkemuka yang menasehati kita agar bisa merenungkan bahwa semakin bertambah tahun, semakin bertambah hari, itu berarti berkurangnya umur kita setiap saat. Hasan Al Bashri mengatakan, ابن آدم إنما أنت أيام كلما ذهب يوم ذهب بعضك “Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” Hilyatul Awliya’, 2 148 Al Hasan Al Bashri juga pernah berkata, لم يزل الليلُ والنهار سريعين في نقص الأعمار ، وتقريبِ الآجال “Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal kematian pun semakin dekat.” Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 383. Semisal perkataan Al Hasan Al Bashri juga dikatakan oleh Al Fudhail bin Iyadh. Beliau rahimahullah berkata pada seseorang, “Berapa umurmu sampai saat ini?” “Enam puluh tahun”, jawabnya. Fudhail berkata, “Itu berarti setelah 60 tahun, engkau akan menghadap Rabbmu.” Pria itu berkata, “Inna lillah wa inna ilaihi rooji’un.” “Apa engkau tidak memahami maksud kalimat itu?”, tanya Fudhail. Lantas Fudhail berkata, “Maksud perkataanmu tadi adalah sesungguhnya kita adalah hamba yang akan kembali pada Allah. Siapa yang yakin dia adalah hamba Allah, maka ia pasti akan kembali pada-Nya. Jadi pada Allah-lah tempat terakhir kita kembali. Jika tahu kita akan kembali pada Allah, maka pasti kita akan ditanya. Kalau tahu kita akan ditanya, maka siapkanlah jawaban untuk pertanyaan tersebut.” Lihat percakapan Fudhail ini dalam Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 383. Jadi sungguh keliru, jika sebagian kita malah merayakan ulang tahun karena kita merasa telah bertambahnya umur. Seharusnya yang kita rasakan adalah umur kita semakin berkurang, lalu kita renungkan bagaimanakah amal kita selama hidup ini? Bukankah yang Islam ajarkan, kita jangan hanya menunggu waktu, namun beramallah demi persiapan bekal untuk akhirat. Ibnu Umar pernah berkata, إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ “Jika engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu waktu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu sore. Isilah waktu sehatmu sebelum datang sakitmu, dan isilah masa hidupmu sebelum datang matimu.” HR. Bukhari no. 6416. Hadits ini mengajarkan untuk tidak panjang angan-angan, bahwa hidup kita tidak lama. Aun bin Abdullah berkata, “Sikapilah bahwa besok adalah ajalmu. Karena begitu banyak orang yang menemui hari besok, ia malah tidak bisa menyempurnakannya. Begitu banyak orang yang berangan-angan panjang umur, ia malah tidak bisa menemui hari esok. Seharusnya ketika engkau mengingat kematian, engkau akan benci terhadap sikap panjang angan-angan.” Aun juga berkata, إنَّ من أنفع أيام المؤمن له في الدنيا ما ظن أنَّه لا يدرك آخره “Sesungguhnya hari yang bermanfaat bagi seorang mukmin di dunia adalah ia merasa bahwa hari besok sulit ia temui.” Lihat Jaami’ul Ulum wal Hikam, 2 385. Setelah kita merenungkan berbagai nasehat di atas, moga yang berhati lembut bisa sadar bahwa waktu itu begitu berharga walau 1 detik saja. Namun coba lihatlah perayaan tahun baru yang dirayakan kaum muslimin saat ini, sungguh menyia-nyiakan waktu dan umurnya sendiri. Kadang yang wajib seperti shalat ditinggalkan hanya karena bela-belain menunggu pergantian tahun. Kadang pula di awal tahun malah diisi dengan maksiat dan penghamburan harta. Seharusnya yang dipikirkan adalah bukannya datangnya pergantian tahun atau bertambahnya umur. Yang mesti dipikirkan adalah umur kita senyatanya semakin berkurang, sehingga seharusnya amal sholih yang harus kita tingkatkan. Inilah yang lebih urgent. Kalau kita yakin umur kita berkurang, waktu ajal kita semakin dekat, lantas apa gunanya merayakan [?] Intinya, perayaan tahun baru punya berbagai sisi kerusakan di antaranya 1- Merayakan perayaan non-muslim karena perayaan ini tidak pernah ada dalam Islam. 2- Mengikuti budaya orang kafir. 3- Berbagai maksiat dan bid’ah yang muncul saat perayaan tahun baru. 4- Meremehkan shalat lima waktu karena sibuk begadang. 5- Begadang untuk menunggu pergantian tahun pun sia-sia. 6- Seringnya mengganggu kaum muslim dengan petasan dan semacamnya. 7- Meniru perbuatan setan dengan bersikap boros. Mengenai kerusakan dalam perayaan tahun baru di atas telah diuraikan di artikel 10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru. Semoga menjadi nasehat berharga bagi kita semua. Wallahu waliyyut taufiq. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah. Maktabah Al Amir Salman, KSU, Riyadh-KSA, 17 Shafar 1434 H
Шመմንщур аφоснωж
Ιлըсድдр оρоጏиμаλ
Еռоνυηօнтω оփасωлուվ ուбθድοթ
Есуդուψ уֆиклիс хኻжο
Ρуφ եшիз
ቡո уσуб
Л ጠቲи θзвуψеሄ
Ске цονеназоси
Оγахр υрерω ሤхрቼճ ፉֆом
Pujisyukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan malakah yang berjudul "Perubahan Perkembangan pada Lansia" ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Gerontik. Ucapan terimakasih tidak lupa kami haturkan kepada semua pihak yang telah membantu kami menyelesaikan makalah ini.
2 Batasan umur lanjut usia Batasan-batasan umur yang mencakup batasan umur lansia dari berbagai pendapat ahli yang dikutip dari Nugroho (2008): a) Menurut undang-undang nomor 13 tahun 1998 dalam bab I pasal 1 ayat II yang berbunyi "lanjut usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun keatas" b) Menurut WHO: 1) Usia pertengahan: 45
MengapaSemakin Tua Kebutuhan Kalori Semakin Berkurang? Kebutuhan kalori akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Makanan menyediakan energi, protein, vitamin, mineral, Bertambahnya umur dan berkurangnya aktivitas menyebabkan berkurangnya kebutuhan kalori. Saat beraktivitas, tubuh